Festival Erau Kutai Kartanegara 2012
Kekayaan alam dan budaya Indonesia kembali dipertontonkan. Kali ini, daerah Kalimantan Timur akan menampilkan festival adat yang telah lama berlangsung sejak jaman kerajaan Kutai Kartanegara, yakni Festival Adat Erau. Tahun ini, Festival Adat Erau bertajuk ‘Festival Erau Pelas Benua Etam’ yang berarti pembersihan segala hal yang mengganggu sumber penghidupan masyarakat di Kutai Kertanegara. Festival Adat Erau akan dilangsungkan pada 1 – 8 Juli 2012.
Wilayah Kalimantan merupakan salah satu wilayah Indonesi yang memiliki beragam kekayaan alam dan budaya yang indah. Sebut saja, Anggrek Hitam dan Tarian Dayak, demikian disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar pada Jumpa Pers Festival Adat Erau di Gedung Sapta Pesona, 28 Juni 2012.
Festival Adat Erau merupakan salah satu cikal bakal kebudayaan kerajaan Indonesia di Kalimantan Timur. “Sebagai kerajaan pertama di Indonesia, Kutai Kartanegara merupakan tempat akulturasi budaya bagi masyarakat pada jaman itu,” lanjut Sapta.
Sapta menjelaskan bahwa pihaknya juga akan memformulasikan promosi Festival Adat Erau bagi negara – negara berbasis kerajaan seperti Australia, Kamboja dan Brunei Darussalam. “Sebagai kerajaan, Kutai Kartanegara memiliki daya tarik bagi negara yang juga memiliki latar belakang yang sama.”
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari mengatakan, tujuan penyelenggaraan Festival Adat Erau ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta menjaga eksistensi kebudayaan daerah yang merupakan wilayah kerajaan tertua di Indonesia. “Kami melaksanakan seluruh adat yang diadakan pada jaman kerajaan dahulu. Pada acara penutupan, kami akan mengadakan adat berlimbur, di mana semua orang di kawasan Kutai akan mandi dengan air dari Sungai Mahakam,” lanjut Rita.
Festival Adat Erau merupakan festival yang telah hidup sejak jaman Kerajan Kutai, namun penyelenggaraanya oleh pemerintah dilaksanakan sejak tahun 1972. Menurut Rita, penyelenggaraan Festival Adat Erau tahun 2011 memberikan kontribusi ekonomi sebesar 3 – 4% bagi pariwisata Indonesia. “Dalam rangka menyambut penyelenggaraan Festival Adat Erau, kami mendirikan dua jembatan sekaligus. Satu jembatan memang baru didirikan, sementara jembatan lain didirikan untuk menggantikan jembatan yang sempat rusak beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Rita juga memperkenalkan keindahan Pulau Kumala yang merupakan salah satu daya tarik wisata di Kalimantan Timur.
Pemilihan Teruna Dara Cilik Kembali Meriahkan Erau 2012
Dalam rangka menyemarakkan pesta adat Erau 2012 pada Juli mendatang, Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali akan menggelar kegiatan Fashion Adat Kanak Kutai dan Pemilihan Teruna Dara Cilik Kukar 2012.
Menurut Ketua ADWINDO Kukar, Tirta Kusuma Negara, grand final lomba akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2012 bertempat di panggung Expo Erau 2012, halaman parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, mulai pukul 09.00 WITA.
“Untuk pendaftaran peserta telah dibuka sejak tanggal 12 Juni dan ditutup pada 29 Juni mendatang di Seksi Promosi Wisata, Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kukar, di Komplek Perkantoran Bupati Kukar Gedung Kembar B Lantai 3,” jelasnya.
Apa saja persyaratannya? Dikatakan Tirta, untuk peserta Fashion Adat Kanak Kutai dibagi dalam dua kategori yakni usia 3-5 tahun, dan usia 6-8 tahun. Peserta baik putra maupun putri wajib menyerahkan foto close up dan foto seluruh badan ukuran 4R, membayar uang pendaftaran sebesar Rp 50 ribu, dan mengenakan salah satu pakaian adat seperti baju Takwo, Sakai atau busana adat Dayak.
Sedangkan untuk peserta Pemilihan Teruna Dara Cilik, lanjutnya, peserta putra dan putri dibatasi antara usia 9 hingga 11 tahun (Kelas 4-6 SD).
“Peserta juga wajib mengumpulkan foto close up dan foto seluruh badan dengan latar putih ukuran 4R, dan menyerahkan uang pendaftaran Rp 100 ribu” ujarnya.
Persyaratan lainnya, lanjut Tirta, peserta memiliki pengetahuan tentang kebudayaan dan obyek wisata di Kukar. “Sedangkan untuk pakaian, peserta wajib menggunakan baju adat Takwo,”







